Penulis : Tri Andriyas, S.Pd., M.K.P. - Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi - BKN
Di tengah perubahan yang cepat, BKN sebagai lembaga pemerintahan perlu terus belajar agar tetap relevan dan kompetitif. Konsep Learning Organization menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang berkesinambungan, di mana berbagi pengetahuan, berinovasi, dan kebebasan dalam menyampaikan gagasan menjadi bagian penting dari budaya organisasi yang eksis. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran, memberikan rasa aman secara psikologis, serta membuka ruang terhadap adaptasi perubahan, BKN dapat memperkuat komitmen kolektif dalam mengembangkan ide-ide segar. Peran pemimpin sangat krusial dalam membentuk budaya ini menjadi kokoh dan terus berkembang. Dengan mengadopsi salah satu komponen pada Learning Organization di Kementerian Keuangan yakni Learners, BKN sebagai organisasi pembelajar mendorong terwujudnya budaya belajar di tingkat organisasi.
Sinek (2009) menjelaskan bahwa pemimpin dan organisasi yang menginspirasi selalu memulai dengan WHY sebagai alasan mendasar atau tujuan yang lebih besar di balik tindakan mereka. Lebih lanjut menurut Sinek, orang tidak membeli apa yang kita lakukan, tetapi mereka membeli mengapa kita melakukannya.[2] Konsep The Golden Circle terdiri dari tiga lapisan lingkaran:
1. Lingkaran pada lapisan pertama paling dalam yakni WHY adalah keyakinan atau tujuan utama yang mendasari segala tindakan.
2. Lingkaran pada lapisan kedua di tengah yakni HOW adalah proses atau nilai yang membedakan suatu organisasi atau individu.
3. Lingkaran pada lapisan ketiga paling luar yakni WHAT adalah produk atau layanan yang dihasilkan.
Kesimpulan dari tulisan ini adalah leadership memiliki peran kunci untuk memberikan dukungan fasilitasi BKN dalam meningkatkan kapasitasnya sebagai organisasi melalui budaya belajar agar tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan yang cepat. Melalui Golden Circle dari Sinek, dapat diidentifikasi leadership strategy dengan mengadopsi komponen learners pada Learning Organization di Kementerian Keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan leadership strategy di BKN. Dari hasil analisis dihasilkan pengelompokan aspek leadership strategy, yaitu:
1. WHY yakni budaya belajar dalam organisasi BKN dengan menciptakan lingkungan pembelajar berkelanjutan yakni suatu kondisi atau ekosistem pendidikan yang dirancang untuk mendukung proses belajar secara terus-menerus, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa kini dan masa depan yang tidak hanya terbatas pada ruang kelas formal, tetapi meluas ke tempat kerja, komunitas, bahkan ruang digital.
2. HOW yakni peran pemimpin dalam pembelajaran dan dalam implementasi budaya belajar yang berbasis fasilitasi, respectful, inspiratif, membangun mindset dimana pemimpin bukan lagi sekedar pemberi instruksi atau pengontrol, tetapi bertindak sebagai pemantik, fasilitator, dan role model pembelajar sepanjang hayat.
3. WHAT yakni komitmen belajar organisasi yang dipenuhi jaminan rasa aman yang merupakan pondasi penting bagi terciptanya organisasi pembelajar yang tangguh, adaptif, dan manusiawi yang bukan sekedar menyediakan pelatihan, tapi membangun ekosistem di mana semua orang merasa aman untuk tumbuh, gagal, dan mencoba lagi.
Referensi:
[1] Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 283/ KMK.011/ 2021 tentang Implementasi Organisasi Pembelajar (Learning Organization) di Lingkungan Kementerian Keuangan
[2] Sinek, S. (2009). Start with why: How great leaders inspire everyone to take action. Portfolio.